Sehat dengan Si Manis Manggis

Saat ini musim manggis hampir usai. Tetapi tidak ada salahnya jika kita menengok kembali buah yang disebut oleh orang Eropa sebagai The Queen of Fruit karena kecantikan dan keeksotisannya. Ada satu nasihat yang sering disampaikan oleh orangtua kita. Jadilah seperti manggis, karena mulus di luar dan bersih di dalam. Inti nasihatnya adalah jadilah orang yang jujur luar dalam. Hal lain yang menarik dari buah manggis adalah bagian kelopak buah di bagian bawahnya biasanya menunjukkan jumlah buah yang ada di dalamnya. Jika kita petik pelajarannya, ini berarti kejujuran. Bahwa dalam hidup kita harus menjadi orang yang jujur.

Manggis dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama mangosteen dan memiliki nama latin Garcinia mangostana. Manggis adalah buah yang cantik dan lezat. Bahkan kecantikan manggis ini, memesona para penjajah dahulu. Bahkan, Georgius Everhardus Rumphius (1628-1702), Gubernur Belanda di Ambon, sangat memuji dan memfavoritkan buah manggis ini. Tentang asal buah manggis, masih belum jelas, tetapi banyak literatur yang menunjukkan bahwa buah ini berasal dari Indonesia (setidaknya Asia Tenggara).
Jika kita googling dengan kata kunci manggis atau mangosteen ada sekitar 958,000 hasil yang akan didapatkan (pada saat penulisan artikel ini). Sebagian besar informasinya berisi khasiat antioksidan manggis, terutama kulitnya. Ada apa sebenarnya dalam kulit manggis ini sehingga menjadi primadona?

Hasil penelitian Jung HA dan rekan-rekannya yang dimuat di Journal Agricultural Food Chemistry menemukan adanya antioksidan Xanthon dalam kulit luar buah manggis. Zat Xanthon itu pula yang menyebabkan adanya warna merah khas manggis yang cantik dan ketika kita meremukkan dengan kedua tangan kita. Cairan yang merah menggairahkan yang membekas di tangan kita itulah Xanthon.

Xanthon merupakan salah satu antioksidan paling ampuh di dunia. Saat ini sudah teridentifikasi 200 jenis Xanthon dan 40 di antaranya terdapat dalam kulit buah manggis. Khasiat antioksidan Xanthon jauh lebih dahsyat daripada vitamin C dan E. Skor ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) mencapai 17.000 unit per gramnya. Tidak heran, mengapa Xanthone yang telah diekstrak dari kulit buah manggis harganya sangat mahal, mengingat khasiat dan daya antioksidannya yang luar biasa.

Menurut Dr Indah Yuliasih, peneliti manggis dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor, Xanthon berada di kulit bagian dalam buah manggis. Turunan Xanthone di antaranya a-mangostin merupakan komponen yang paling banyak terdapat pada kulit manggis.

Antioksidan sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kanker dan penuaan dini akibat serangan radikal bebas. Antioksidan merupakan senyawa yang mampu melawan serangan radikal bebas. Radikal bebas mampu merusak molekul makro pembentuk sel, yaitu protein, karbohidrat (polisakarida), lemak, dan DNA. Bayangkan jika terjadi kerusakan. Efeknya akan luar biasa. Efek domino akibat keganasan radikal bebas itu menjadi salah satu penyebab berbagai penyakit degeneratif seperti kanker dan penuaan sel, termasuk diantaranya sel kulit.

Penelitian terbaru memang mengungkapkan kembali manfaat dan khasiat kulit manggis. Padahal sejak dahulu sebenarnya kulit manggis ini sudah banyak digunakan sebagai salah satu komponen obat-obatan herbal Cina yang dikenal berkhasiat. Kulit manggis yang sudah diiris dan dikeringkan nantinya akan dijadikan bubuk dan digunakan sebagai obat untuk mengatasi disentri. Bisa juga dijadikan olesan untuk mengobati eksim dan gangguan kulit lainnya. Selain dengan cara itu kulit manggis yang sudah direndam semalaman dalam segelas air matang dapat dijadikan sebagai obat diare. Dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
Hanya satu hal yang perlu diingat, herbal, termasuk kulit manggis, tidak berkhasiat langsung menyembuhkan. Karena efek dari herbal alami bersifat menyirami bukan kuratif.
Manfaat Buah Manggis
Selain kulitnya yang dianggap berkhasiat, jangan lupa untuk memakan buah manggisnya sendiri yang memang menyegarkan. Salah satu keunggulan lain buah manggis adalah bebas pestisida karena kulit buahnya yang tebal menjadi penghalang bagi pestisida untuk bisa mencemari buah manggis.

Daging buah manggis warnanya putih bersih dan rasanya asam manis yang menyegarkan sehingga menjadikannya tidak cukup untuk hanya makan satu karena ingin lagi … lagi … dan lagi.

Jika kita lihat kandungan gizinya, manggis tidak kalah bersaing dengan buah-buah yang populer, seperti jeruk dan apel. Kandungan energinya lumayan tinggi, cocok untuk dikonsumsi setelah berolahraga karena energinya bisa langsung diserap tubuh dan stamina menjadi cepat pulih. Ditambah lagi dengan kandungan vitamin B-nya yang cukup lengkap membantu proses metabolisme energi menjadi lebih optimal.

Jika sedang bersepeda, tidak ada salahnya untuk berbekal manggis atau mampir di lapak manggis jika sedang melakukan cross country (terutama daerah purwakarta), dengan mengonsumsi lima buah manggis atau lebih (makan manggis cenderung tidak terasa kalau hanya mengonsumsi satu). Energi cepat kembali terisi dan siap untuk menggowes lagi.

Kandungan serat manggis pun tinggi sehingga baik untuk dikonsumsi. Karena serat adalah salah satu zat nongizi yang penting untuk membersihkan saluran pencernaan kita. Konsumsi serat yang cukup juga menjadi syarat usus yang sehat dan menjauhkan dari kanker usus besar. Selain itu, serat yang tinggi pada manggis dapat membantu menyerap kolesterol dalam darah dan nantinya dikeluarkan melalui feses. Dengan demikian, kolesterol jahat tidak akan lama bercokol dalam tubuh dan mengendap di dinding-dinding pembuluh darah yang bisa menyebabkan terjadinya darah tinggi, jantung koroner, dan stroke.

Kandungan folat yang tinggi dalam manggis juga menjadikannya amat baik untuk dikonsumsi oleh ibu hamil atau yang merencanakan kehamilan karena folat diperlukan untuk mencegah terjadinya kelainan tabung saraf pada bayi. Keunggulan lain dari manggis adalah kandungan kaliumnya yang tinggi sehingga dapat mencegah terjadinya dehidrasi dan membantu proses rehidrasi tubuh, utamanya setelah berolahraga berat.

Jadi, tidak ada salahnya jika kita mulai banyak mengonsumsi buah. Hal yang perlu kita ingat adalah ada banyak sekali penyakit yang dikaitkan dengan makanan. Tetapi banyak pula yang bisa sehat dengan makanan. Manggis merupakan salah satu buah yang bisa menyehatkan kita. Dan hal penting yang perlu kita ingat adalah makanan tidak bersifat kuratif, tetapi banyak hasil penelitian yang sudah membuktikan bahwa makanan tersebut memiliki efek protektif dan dapat menyehatkan tubuh kita.

Manggis (Garcinia mangostana) segar,
Kandungan gizi per 100 g
(Sumber: USDA National Nutrient Database)
Zat Gizi Utama Nilai Gizi
Energi 63 Kal
Karbohidrat 15.6 g
Protein 0.50 g
Lemak total 0.4 g
Kolesterol 0 mg
Serat 5.10 g
Vitamin
Folat 31 µg
Niasin 0.286 mg
Asam Pantotenat 0.032 mg
Piridoksin 0.041 mg
Riboflavin 0.054 mg
Thiamin 0.054 mg
Vitamin A 35 IU
Vitamin C 7.2 mg
Elektrolit
Natrium 7 mg
Kalium 48 mg
Mineral
Kalsium 5.49 mg
Tembaga 0.069 mg
Zat Besi 0.17 mg
Magnesium 13.9 mg
Mangan 0.10 mg
Fosfor 9.21 mg
Zinc 0.12 mg
Fitonutrien
Carotene-α 1 µg
Carotene-ß 16 µg
Cryptoxanthin-ß 9 µg

4 thoughts on “Sehat dengan Si Manis Manggis

  1. kebetulan saya memang suka manggis😀
    btw, karena anti oksidannya ada di kulit bag dalam, kira-kira bisa dimakan langsung ngga ya? belum pernah nyoba sih ^^;;

    • bisa sih, mbak ira, tapi rasanya kurang enak. sepat-sepat gimana gitu.🙂. dikerok aja, tambah madu dikit, jadi berkurang sepatnya.😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s