Dodol, Camilan Manis yang Menyehatkan

Dalam bahasa Inggris, dodol disebut dengan rice cake. Saya mendapatkan istilah ini ketika dahulu membaca buku What is In Your Food terbitan Malaysia. Tulisan ini dulu pernah tayang di blog kompasiana milik saya dan jujur saja, blog itu sekarang sudah tidak pernah dibuka lagi. Jadi, seandainya blog itu rumah, maka rumah kompasiana saya sudah banyak sarang laba-labanya mungkin dan debunya pasti tebal sekali. Hehehe … Blog ini juga sama. Lama saya tidak menyambanginya. Hihihi (ambil kemoceng dan bersih-bersih debu. Plus sapu untuk nyapu lantai, halah)
Kenapa sempat hilang semangat menulis di blog gizi kuliner adalah karena bulan ini, saya dua kali (baru juga dua kali) mengirimkan artikel ke salah satu media massa mayor. Dan dua-duanya ditolak sehingga bukannya malah lebih bersemangat, saya malah jadi down. Loh, kok malah jadi curhat. hehehe …

Balik lagi ke topik awal, si dodol.

Kekhasan dodol ada pada rasanya yang manis dan lengket. Lengketnya dodol berasal dari bahan utama penyusunnya, yaitu tepung ketan, rasa manisnya terutama berasal dari gula merah atau gula kelapa, atau jenis gula yang lainnya. Selain gula merah dan ketan, bahan penting lainnya adalah santan kelapa. Ketiga bahan tersebut terkesan berbahaya bagi kesehatan, tetapi masing-masing bahan memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Santan, menurut kandungannya kaya akan lemak jenuh yang dikatakan kurang sehat, tapi santan juga dilengkapi dan kaya dengan asam laurat dan kaproat, kedua asam lemak ini memiliki daya antimikrobial dan antiviral. Selain ketiga bahan utama tersebut, dodol juga dapat diperkaya rasanya dengan menambahkan bahan-bahan lainnya seperti durian, kacang, dan telur.

Sebenarnya kandungan kalori dodol lebih rendah dibandingkan dengan cake. Kandungan kalori dodol seberat 22 gram hanya 71 Kalori, sedangkan cake dengan berat yang sama kandungan kalorinya mencapai 100 kalori dan kandungan lemaknya 4 kali dodol. Jika Anda sedang berdiet, dodol adalah pilihan yang baik sebagai makanan penutup.

Keunggulan lainnya adalah, kandungan zat besi pada beras ketan juga lebih tinggi daripada beras putih biasa. Selain itu, kandungan besi organiknya juga lebih mudah diserap. Seiris dodol mampu memenuhi kebutuhan zat besi empat kali lebih banyak daripada sepotong cake.

Selain itu, kandungan kalsium, niasin, zat besi, karoten, vitamin B1 dan B2 pada dodol juga lebih tinggi daripada cake. Tidak banyak orang mengetahui, rendahnya kadar natrium dodol membuatnya menjadi salah satu makanan yang baik untuk penderita hipertensi.

Hmmm … tentunya dengan catatan, gula merah yang digunakan bukan gula merah abal-abal dan kadaluarsa seperti yang pernah ditayangkan dalam salah satu acara investigasi di televisi.

 

3 thoughts on “Dodol, Camilan Manis yang Menyehatkan

  1. wah bagus artikelnya..
    aku pikir selama ini malah dodol tuh banyak bange tlemaknya dan gulanya juga bahaya.. gak taunya lebih bahaya cake yah. *tears* *penggemar cake*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s