Saya, Serat, dan Konstipasi

Sudah lama sekali, tidak mengisi blog ini (bersih-bersih debu). Judulnya agak seram, ya, dan agak jorok mungkin. Ini sebenarnya berbagi pengalaman. Saya ini menulis buku kesehatan, saya banyak membaca tentang pentingnya serat untuk memperlancar buang air besar. Awalnya saya santai saja dan tidak begitu memedulikan nasihat ini. Sampai akhirnya, seminggu ini saya sulit buang air besar. Sulit-sulit banget, sih, sebenarnya tidak juga. Tapi, jadi agak mengejan keluarnya, butuh usaha besar untuk mengeluarkannya, bahkan kadang rasanya seperti tidak tuntas.

Pas juga, saya sedang mengedit, eh, lebih tepatnya menulis ulang naskah tentang kesehatan. Termasuk di dalamnya tentang pola makan. Saya jadi banyak lagi membaca ulang tentang pola makan, gaya hidup, pentingnya serat, termasuk di dalamnya. Saya beralasan tenggat dan tenggat.

Saya pun menengok kembali riwayat makan saya. Benar saja! Saya kurang makan sayur, buah, dan kurang minum. Tenggat yang berturutan membuat saya mengikuti kepraktisan karena editing yang bener-bener bikin rambut semakin keriting. Mengapa? Karena memasak perlu waktu banyak. Perlu belanja, memasak, dan mencuci piring. Bisa saja memang sayanya yang malas. Dan efeknya lah yang terasa. Buang air besar saya tidak lancar. Perut saya tidak enak, mudah kembung, dan masalah perut lainnya.

Akhirnya saya pun menyerah. Saya menuruti saran kesehatan di buku-buku yang saya baca dan saya tuliskan ulang di buku-buku yang pernah saya tulis. Saya berbelanja, memasak, dan makan buah (saya pilih pisang, karena bisa disimpan di suhu kamar. Kami belum punya lemari es). Efeknya langsung terasa esoknya, buang air saya pun jadi lancar kembali.

Dan, yang gembira adalah suami saya. Sebelum-sebelumnya memang dia protes karena setelah jadi freelancer saya malah jarang memasak. Itu juga sebenarnya alasan saya memilih memasak lagi, selain karena alasan buang air besar yang tidak lancar. Saya perhatikan suami, pun, tidak terlalu fit tampaknya, seperti ketika kami masih sering memasak.

Makanan kami tidak mewah, tapi, setidaknya ada sayur di sana, dan bumbu serta bahan-bahan yang digunakan saya tahu. Minyak yang saya pakai, masih baru dan lain sebagainya.

Saya baru memulai lagi untuk belajar hidup sehat. Teringat resolusi sehat tahun lalu, hanya dua sebenarnya, tapi sulit sekali melaksanakannya. 1. Mengunyah lebih lama dan 2. Makan sayur dan buah secara teratur.

Mengunyah lebih lama berarti kita membantu pekerjaan lambung, agar dia tidak terlalu keras bekerja mencerna makanan. Dia sudah bekerja sangat keras, ditambah lagi dengan kemalasan kita mengunyah. Ah, tambah kerasa lagi saja pekerjaannya. Efek ikutan mengunyah lebih lama adalah mengurangi efek kembung. Saya termasuk orang yang cepat menelan makanan, hanya maksimal sepuluh kali kunyah, (seringnya kurang dari itu) langsung ditelan. Efeknya, saya sering sekali kembung dan bersendawa. Sudah tiga hari ini saya mencoba mengunyah lebih lama dan menikmati apa yang saya makan.

Buah dan sayuran adalah sumber serat. Dan tidak ada ruginya sama sekali mengonsumsi sayur dan buah yang berserat tinggi karena memang banyak sekali manfaatnya. Tidak usah diuraikan panjang lebar pun, kita tahu pentingnya mengonsumsi makanan yang berserat. Serat adalah pembersih usus dan membuat kita lancar buang air besar.

Saya mengerti, hidup sehat memang mudah sekali dikatakan, tetapi sulit sekali dilaksanakan.

Eh, hari ini Anda sudah makan buah belum?

2 thoughts on “Saya, Serat, dan Konstipasi

  1. hari ini … belum makan buah abis nunggu ada stok buah di dapur … hehehe …. Resoulusi yang bagus … n pernah nerapin mengunyah sedikit lama dari biasanya, menguyah sebanyak 33x #hmmm bener g ya??# … untuk kesehatan pasti ada manfaatnya #biarpun lupa-lupa inget# tapi, yang jelas saya jadi menikmati hidup … segalanya tidak harus dilakukan terburu-buru or tergesa-gesa .. santai ja karena semuanya demi kesehatan sendiri ….

    Setuju dengan kata Mba … hidup sehat memang mudah sekali dikatakan, tetapi sulit sekali dilaksanakan … yuk kita mulai kembali untuk hidup sehat😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s