Stinky Bean, Smelly Bean alias Petai

gambar milik mankamen dan diambil dari http://www.flickr.com/photos/mankamen/4565180518/

gambar milik mankamen dan diambil dari http://www.flickr.com/photos/mankamen/4565180518/

Siapa yang tidak kenal petai? Saya rasa semua orang mengenalnya bahkan ada yang sangat memfavoritkannya. Makan petai rebus, mentah, bakar, plus nasi pulen hangat dengan asap masih mengepul dan sambal terasi, pasti akan terasa nikmat (terutama buat penggemarnya). Selain itu, petai biasa juga menjadi pelengkap untuk sambal goreng, baik versi Cirebonan atau versi sambal goreng pada umumnya.

Petai termasuk tanaman eksotis karena hanya bisa dijumpai di Asia Tenggara atau Asia Selatan. Istilah bahasa Inggris petai, tetap petai atau juga dikenal dengan Stinky Bean atau Smelly Bean, itu berarti petai tidak ditemukan di Eropa atau Amerika Utara. Bisa jadi karena mereka juga tidak suka petai, orang-orang bule sebagian besar tidak menyukai makanan berbau menyengat, termasuk petai mungkin.๐Ÿ™‚

Ada beragam cara orang memakan petai. Di restoran Cina atau India, petai sering jadi taburan penghias alias garnis di atas nasi goreng. Harum khas petai bercampur dengan nasi gorengย  yang kaya rempah akan lebih menggugah selera. Kalau di warung makan Sunda, petai jadi campuran sayur atau dijadikan lalapan yang dimakan dengan cocolan sambal.

Petai berasal dari keluarga leguminosai dan punya nama latin Parkia speciosa. Adapun bau khas petai berasal dari belerang yang terikat pada asam amino penyusun protein pada petai.

Terlepas dari baunya yang menyengat (saya juga tidak suka petai), jika dilihat kandungan gizi dan manfaatnya, saya baru tahu ketika membaca buku Cerdas Memilih Sayuran (Plus Minus 54 Jenis Sayuran), ternyata banyak sekali manfaatnya. Setidaknya ada empat manfaat petai dan tiga efek negatif petai. Manfaatnya lebih banyak daripada efek negatifnya. Yuk, kita ulas sedikit-sedikit saja.

  1. Sumber Energi, karena petai kandungan kalorinya lumayan tinggi 142 Kal per 100 gram, bayangkan kalau Anda makan 500 gram petai, kalorinya tinggi juga kan. Tapi jangan terlalu banyak makan petai, bau. sungguh.๐Ÿ™‚
  2. Penambah darah karena kandungan zat besi dalam petai juga tinggi, sekitar 1,2 mg. Lumayan, kan. daripada makan salah satu merek minuman penambah darah, lebih baik makan petai, terutama yang suka karena rasanya lebih enak dan tidak tercium bau besi. Meskipun pipisnya nanti bau, tapi yang penting disiram yang banyak supaya orang lain tidak terganggu, apalagi jika tinggal di kos-kosan. hihihi (pengalaman pribadi, niiy)
  3. Mengatasi Mual dan Mabuk. Saya baru tahu kalau petai bisa mengatasi mual dan mabuk. Sungguh, karena saya pikir, justru petai lah yang bisa membuat mual dan mabuk. Alasan petai bisa menjadi obat mual dan mabuk adalah karena petai mengandung senyawa khusus (dalam buku tidak disebutkan) yang memiliki efek seperti antasid seghingga suasana lambung yang tingkat asamnya melebihi normal akan kembali ke pHnya semula karena terpengaruh efek basa dari petai. Seiring dengan menurunnya tingkat keasaman lambung, maka rasa mual pun akan berkurang.
  4. Mengatasi badmood. Petai bisa mengatasi badmood, karena petai mengandung asam amino triptofan, asam amino seperti yang terdapat dalam susu yang bisa menenangkan mood yang bergejolak. Triptofan adalah bahan baku serotonin alias hormon pembuat bahagia, dengan adanya asupan triptofan dari petai, tentunya akan membuat suasana hati menjadi lebih tenang. Karena itulah mengonsumsi petai juga sangat disarankan untuk wanita menjelang masa menstruasi mengingat ada salah satu gejala pms yang menjadikan suasana hati terasa tidak menentu. Jika Anda sedang badmood, bisa juga mengonsumsi petai. Tapi konsumsilah dengan bijaksana bersama para pecinta petai, jika tidak, bukannya hati riang dan senang yang didapatkan malah gerundelan dan caci maki dari para pembenci bau petai.

Nah, setelah membahas manfaat petai, kita ulik juga efek negatif petai, terutama jika mengonsumsinya berlebihan, yaitu mulut berbau petai dan pipis juga berbau petai. Berikut ini adalah cara menghilangkan bau mulut akibat petai yang saya peroleh dari link ini

  1. Sikat Gigi – menyikat gigi segera setelah menyantap petai merupakan salah satu langkah awal untuk mengatasi bau mulut. Sisa makanan yang masih tersisa di mulut tentu saja akan tetap meninggalkan baunya, dan semakin lama, bau mulut ini bisa makin tidak sedap karena terjadi pembusukan di mulut.
  2. Berkumur dan menyikat lidah – ketika menyikat gigi, jangan lupa bersihkan juga lidah anda dan berkumurlah, sikat gigi saja mungkin tidak cukup untuk membersihkan mulut secara total.
  3. Minum kopi – Untuk menetralkan dan menyamarkan bau yang tersisa, minum kopi pahit bisa jadi salah satu cara yang baik. karena bau kopi ini akan menutup bau tak sedap dari petai. Cara lain anda bisa memasukkan satu sendok teh kopi bubuk langsung ke dalam mulut anda dan berkumurlah dengan bubuk kopi tersebut
  4. Mengunyah beras – Salah satu alternatif selain kopi, anda bisa mengunyah beras mentah. atau tumbuk beras hingga halus, campurkan dengan sedikit air dan berkumurlah dengan air beras tersebut.
  5. Mengunyah Timun – Alternatif lain, anda bisa mengunyah timun untuk menghilangkan bau petai yang ada di mulut anda.

Hmm, meskipun bukan tentang terjemahan, tak apalah, ya, kita ngobrol tentang petai, jangan sambil makan petai, nanti bisa-bisa lawan bicara pergi karena tak tahan bau petai dari mulut kita. hahaha.๐Ÿ™‚ peace ah. Nanti kita bahas saudara petai, Mr. Jengkol.๐Ÿ™‚

7 thoughts on “Stinky Bean, Smelly Bean alias Petai

  1. Unik ya, petai sebagai garnis. Kalau untuk obat mabuk darat… belum berani, hahaha.
    Untuk badmood, bener kayaknya. Aku tidak makan langsung, tapi peda berkuah yang dicampur petai dan pasti masih kental bau petainya itu…๐Ÿ˜€

    • hihihi, aku malah belum berani makan petai mbak rin. takut pipis bau, soalnya, trauma banget di kosan ada yang pipis di kamar mandi, buset dah bau petenya. halah malah curcol.

      • Nah itu, kalau di tempat umum atau lagi nginep kami juga mikir-mikir dulu. Katanya ada teknik pipisnya lho biar nggak bau, tapi buat cowok hahaha…

  2. Ping-balik: Istilah Bahan Makanan di AS | Penerjemah-Editor Buku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s