Why So Grumpy?

Ini postingannya di luar topik Kuliner dan Gizi, tapi saya ingin nulis tentang ini. Kalimat Why so grumpy? saya dapatkan ketika saya menonton ulang film The Mentalist. Saya sih nontonnya sambil disambi kerja yang lain. Dan yang teringat adalah dalam dialog antara Patrick Jane dan Teresa Lisbon.

Lisbon, memang punya karakter yang suka misuh-misuh apalagi kalau si Jane sedang suka-sukanya sendiri. Nah, kalau sudah misuh-misuh gitu, si Jane suka bilang ke Lisbon,

Why so grumpy?

Terjemahan benarnya, memang belum saya cari, tapi, entah kenapa tiba-tiba, ketika mendengar kata grumpy, saya malah jadi teringat kata rempong. Hihihi, jadi menurut saya, semisal terjemahan dialog Jane kepada Lisbon itu, kalau bahasa alaynya bisa jadi beberapa alternatif menurut versi saya,

  1. Rempong amat, sih?
  2. Enggak usah rempong gitu, kenapa?
  3. Gitu aja, kok, repot?

Hihihi, sekadar selingan, ngisi postingan.

6 thoughts on “Why So Grumpy?

    • Hehehe, iya bener juga. ditunjang dengan wajah si Lisbon yang bete abis gara-gara tingkah si Jane. Tengkiw Mbak Rin.πŸ˜‰

    • wah, berarti pas konteksnya, si Lisbon emang suka ngamuk kalem (halah pake tambahan kalem segala), kalo si Jane udah bertingkah.;)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s