Fenugreek

Cek tanggalan ternyata terakhir Maret kemarin saya posting di sini. Widiw, udah lama banget ya engga posting. Hihihi, maafkan malasnya saya. Alhamdulillah, blog ini masih banyak dikunjungi. Sekarang saya akan menulis tentang fenugreek. Istilah fenugreek saya dapatkan ketika mengedit buku yang bertema Sehat ala Rasulullah Saw.

Ketika membaca naskah aslinya, saya bingung, penjelasan tentang fenugreeknya sendiri sangat terbatas. Saya sebagai editor tidak puas. Memenuhi rasa penasaran, saya pun googling tentang fenugreek ini. Selain membaca referensi kitab Thibbun Nabawi terjemahan dan beberapa buku lainnya yang sengaja saya beli guna memberikan makanan kepada otak ketika mengedit.

Fenugreek seeds.

Fenugreek seeds. (Photo credit: Wikipedia)

Biji Fenugreek/hulbah/kelabat Gambar diambil dari http://www.beingagreenmama.blogspot.com

Selain membaca buku, saya juga googling mencari informasi tentang fenugreek. Ketika mengetikkan kata itu, google mengindeks ada  sekitar 3,670,000 hasil. Berbahasa inggris. Saya pikir, masak sih tidak ada makna bahasa Indonesianya untuk fenugreek ini. Saya pun mencoba dengan kata kunci arti fenugreek, dan google mengindeks ada 23,200 hasil. Saya juga mencoba mencari padanan bahasa Indonesia dengan kata kunci nama ilmiah fenugreek, Trigonella foenum graecum. Dari hasil pencarian 23.000 itu, ada link di wikipedia, kelabat.

Hei, berarti fenugreek dalam bahasa Indonesia berarti kelabat atau klabet.

Eh, tapi siapa yang kenal kelabat? Kalau saya, jujur enggak kenal.

Balik lagi ke makna fenugreek, dalam buku Thibbun Nabawi, fenugreek diistilahkan dalam bahasa Arab sebagai hulbah. Nah, kalau saya pakai kata kunci hulbah, jreeeng, muncullah berbagai tautan obat herbal hulbah. Oh, satu lagi di Wikipedia, hulbah alias fenugrek, dalam bahasa Cina, dikenal dengan nama hu lu ba, hihihi, mirip kan dengan hulbah.😀

Jadi, semisal Anda bertemu dengan istilah fenugreek, bisa tetap dengan kata aslinya, tetapi Anda juga bisa menerjemahkannya sebagai hulbah atau  kelabat.

Dalam buku Thibbun Nabawi, Ibnu Qayyim menuliskan bahwa konsumsi kelabat dapat menyembuhkan batuk, asma, sesak napas, dan meningkatkan produksi sperma. Hulbah alias kelabat juga ampuh untuk menghilangkan masuk angin, wasir, akumulasi racun dalam usus, lendir dari dada, bisul dalam perut dan penyakit paru-paru. Caranya adalah dengan memasak kelabat dengan madu, kurma dan buah ara lalu memakannya ketika perut kosong.

Dalam bahasa Cina fenugreek dikenal dengan kata hu lu ba. Hihihi, dekat dengan hulbah ya. Sumber gambar: http://www.herbal-sehat-indonesia.blogspot.com

Selain itu hulbah alias kelabat juga dapat menyembuhkan penyumbatan urine dan juga bisa berfungsi sebagai pencahar. Minyak kelabat yang dicampurkan dengan lilin dapat mengobati kulit yang pecah-pecah akibat hawa dingin. Al-Qasim bin Abdurrahman mengatakan bahwa Nabi Saw bersabda, “Gunakan hulbah untuk obat.”

Adapun sebagian tabib zaman dahulu mengatakan bahwa jika manusia mengetahui manfaat-manfaat hulbah, mereka akan rela menukarnya dengan emas. Wallahu a’lam bishshawab.

Bagaimana dengan di Indonesia? Berdasarkan riset via internet, kelabat atau Trigonella foenum graecum  merupakan salah satu sumber bahan baku jamu dan obat tradisional yang banyak digunakan di berbagai belahan dunia sejak dahulu kala, termasuk di Indonesia. Salah satu kegunaan dari biji kelabat ini adalah sebagai obat antidiabetik. Di dalam biji kelabat terdapat senyawa bioaktif yang berperan sebagai antidiabetik yaitu alkaloid trigonelina.

Kelabat ini banyak tumbuh di daratan Eropa Tenggara dan Asia barat, terutama India, Afrika Barat, Prancis. Belakangan diketahui pula kelabat sudah ditanam di Amerika terutama wilayah Argentina. Biji kelabat selain digunakan sebagai obat, juga digunakan sebagai tambahan rempah-rempah untuk bumbu gulai, sehingga gulai lebih harum dan lezat.

Kebutuhan biji kelabat cukup tinggi di Indonesia, terutama untuk bahan baku jamu. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor biji kelabat dari India. Indonesia merupakan salah satu negara yang terkenal dengan ramuan tradisional (jamu-jamuan), sekarang lebih dikenal dengan dengan pengobatan herbal.

Daun fenugreek juga bisa dimasak tumis. Ada beragam jenis masakan yang bisa diolah. Sumber gambar: http://www.nandyala.org

Selain untuk bahan pembuatan jamu, biji dari kelabat atau fenugreek juga dipercaya dapat meningkatkan produksi ASI, terutama di wilayah Eropa. Biji kelabat kaya zat besi, vitamin, kalsium dan mineral. Salah satu hasil penelitian menunjukkan bahwa dapat meningkatkan produksi ASI hingga 90 persen.

Kelabat juga kaya fitoestrogen sehingga baik dikonsumsi oleh wanita pascamenopause. Kandungan serat dan saponinnya yang tinggi dapat membantu mengatasi sembelit yang sering dialami oleh ibu-ibu pascamelahirkan.

Biji dan tumbuhan fenugreek, jika dikonsumsi dengan bijaksana dapat membantu menyehatkan tubuh. Daunnya baik dikonsumsi untuk ibu menyusui. Sumber gambar: www.http://365wholefoods.blogspot.com

Meskipun banyak manfaatnya, kita tetap harus berhati-hati dalam mengonsumsinya. Sala-salah bukannya mendapat manfaat sehatnya, bisa jadi yang kita dapatkan malah efek sampingnya yang berbahaya. Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, European Society Comission of Publication (ESCOP), lembaga riset dan publikasi di Eropa menyarankan penggunaan biji fenugreek maksimal 6 gram per hari.

Jika melebihi anjuran, dikhawatirkan kandungan serat yang tinggi dalam kelabat bisa menyebabkan diare. Ini tidak berbahaya jika segera ditangani. Cara mengatasinya mudah saja, yaitu dengan mengurangi dosis penggunaannya.

Secara umum biji fenugreek aman untuk dikonsumsi. Kelabat bisa diperoleh dengan mudah pada penjual bumbu di pasar maupun di supermarket, juga di toko obat TCM (Traditional Chinese Medicine) dalam bentuk ekstrak kering atau apotek terkemuka dalam bentuk suplemen.

Fenugreek herbal yang banyak beredar di pasaran. Sumber gambar: http://www.seindahsofea.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s