Jeruk Nipis, Manfaatnya untuk Ehem …

Ini postingan pertama saya, sejak ribuaaan hari yang lalu terakhir menulis di sini. Saya tidak akan membahas tentang penerjemahan dulu, karena memang sudah lama tidak menerjemah. Setelah mengukur kemampuan diri, ternyata saya lebih suka mengedit daripada menerjemah. Napas saya ternyata tidak sepanjang itu untuk menerjemahkan.

Belakangan ini, memang lebih banyak mengedit naskah-naskah fiksi, jadi saya agak kedodoran atau lebih tepatnya malas untuk mengisi blog ini. Hihihi. Saya agak rajin, kok mengisi blog yang satunya. Di blog yang berisi projek rajutan saya dan blog lainnya yang memang tidak jelas isinya.

Sebagai penyegar, postingan baru setelah setahun lebih tidak mengisinya, saya akan bercerita tentang eksperimen konyol saya tentang bau ketiak. Ini saya sedang membuka aib dan dibaca oleh pembaca blog ini. Dan kalau seandainya bertemu dengan pembacanya, sepertinya, saya akan malu dan cengar cengir tidak jelas. hahaha.

Saya, punya masalah dengan bau ketiak. Ah, kalo tidak pake deodoran, minta tolong, deh. Selain juga, produksi keringat yang memang berlebih, apalagi kalo cuaca sangat panas, sedang grogi, menyetrika, dan sebagainya.

Sekitar dua tahun lalu, saya mencoba bereksperimen menghilangkan bau ketiak dengan mentimun. Saya baca di internet, bisa menghilangkan bau, saya coba, ternyata efektivitasnya dalam menghilangkan bau, hanya bertahan sekitar tiga jam. Ketika saya bereksperimen, saya belanja benang keliling jalan ABC, dan berjalan lumayan jauh, cuaca agak panas. Setelah lebih dari tiga jam, saya colek, hmmm. huek.

Setelah itu saya, pun vakum bereksperimen. Sampai ketika meledak postingan di linimasa facebook tentang manfaat jeruk nipis. Terutama jeruk nipis hangat pada pagi hari setelah bangun tidur. Dan saya baca lagi, manfaat lain dari jeruk nipis adalah menghilangkan bau ketiak.

Ah, ini patut dicoba. Saya pun mencobanya. Dan berhasil. Baunya hilang seketika. Saya menggunakannya pagi hari, sampai siang, padahal frekuensi aliran keringat lumayan dahsyat, masih tidak tercium, setidaknya hasil colekan saya di ketiak. Entahlah orang lain. Hahaha.

Kekurangan menggunakan jeruk nipis atau keluarga jeruk lainnya, (asal jangan jeruk manis) di ketiak adalah, perih, apalagi kalau ada luka di ketiak. Jeruk nipis dan keluarganya, efektif menghilangkan bau ketiak dan bau asem leher. Coba deh.

Udah, ah. Mempermalukan diri sendiri saya. Semoga bermanfaat ya pembaca. Eh, udah cengar-cengirnya, saya malu niih. Itu, yang cekakan, kedengaran niiih.

 

 

2 thoughts on “Jeruk Nipis, Manfaatnya untuk Ehem …

  1. Welkombek, Nung😀 Tidak memalukan koook. Terus terang kalau sehari-hari di rumah aku hanya pakai minyak kayu putih, lumayan juga mengurangi bau. Tapi kalau ke luar rumah aku masih tergantung sama deodoran. Pinginnya sih pakai yang alami. Makanya, aku jadi penasaran sama tips jeruk nipis ini. Thanks ya, Nung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s