Cerita Asam Urat

Sudah lama sekali tidak menengok blog ini. Kapan terakhir kali aku nulis. hahaha, sampai lupa. Aku mau mulai nulis lagi. Semoga istiqamah. Ini mau mencatat jurnal merawat bapa mertua yang sakit asam urat dan rematik, hingga kesulitan berjalan. Bahkan berdiri lama pun sekarang sudah tidak kuat.

Aku baru intens membaca dan memilah info tentang asam urat sekitar dua pekanan ini. Utamanya setelah bapa mertua akhirnya mau tinggal bersama kami, karena di rumah mertua, sudah bukan pilihan mengingat kontur rumah yang naik turun, menyulitkannya untuk ke kamar mandi yang memang posisinya ada di belakang dan tinggi pula. Tinggal bersama kami di Bekasi akan lebih memudahkan beliau dalam mengakses kamar mandi, karena rata dari kamar sampai ke kamar mandi.

Masalah satu selesai di sana. Masalah lainnya adalah makanan. Mengingat asam urat ini banyak sekali pantangannya sehingga pilihan makanan menjadi sedikit. Ditambah ada beberapa jenis sayuran dan lauk yang ramah untuk asam urat tetapi bukan pilihan karena bapak mertua atau suami tidak suka jenis sayuran tersebut.

Merencanakan menu ini yang jadi pe er, karena pilihan sayur dan buah yang terbatas untuk penderita asam urat. Selain asam urat, masalah lain yang muncul adalah kaki yang membengkak, edema, akibat penurunan fungsi ginjal, mengingat obat yang diminum bapa banyak sekali. Sampai-sampai beliau bosan. hihihi.

Informasi seputar obat asam urat baik herbal maupun medis pabrikan, banyak beredar dari allopurinol yang harganya murmer banget sampe herbal yang bisa sampe jutaan. Belum lagi aneka ramuan rebus-rebusan atau jus-jusan yang beredar. Rasanya pengen aku coba semua, tetapi tetap perlu disaring. Mana informasinya yang bisa dipakai dan cocok dengan kondisi kesehatan bapa, mengingat kondisi setiap orang berbeda-beda dan tidak bisa dipukul rata.

Aku rasanya seperti sedang menjilat ludah sendiri melakukan hal ini. Mengingat medis pasti lebih baik. Usaha ke dokter juga sudah dilakukan, tetapi per kasus sakit yang Bapa alami. Inginnya sebagai anak, melakukan lebih, tetapi tetap saja uang menjadi permasalahan. BPJS, ada, kami memanfaatkannya dengan baik, tetapi kondisi pergerakan bapa yang kini terbatas menjadi halangan, mengingat proses untuk bisa ke rumah sakit cukup panjang dan harus ke faskes 1 dulu dan itu pasien yang sakit harus dibawa. Sementara pada saat yang sama kondisi rumah di Jakarta membuat pilihan itu sulit. Padahal, di Jakarta lebih mudah dalam berobat menggunakan fasilitas BPJS. Jadi, sementara ini tindakan yang kami (aku dan masku) lakukan adalah minum obat-obatan medis yang memang sudah diresepkan setelah kami ke dokter sebelumnya dan usaha-usaha lain yang kami harapkan bisa meringankan sakit yang bapa rasakan, meskipun itu perlu waktu yang bisa jadi lebih lama. Bapa dan kami harus sama-sama bersabar dan ridha dalam menjalani dan melakukannya.

Tindakan nonmedis yang saat ini sedang aku lakukan ada 4 hal, yaitu
1. Minum rebusan jahe, sereh, dan kunyit. Nanti di postingan berikutnya akan cerita tentang hal berkaitan dengan rebus-rebusan ini
2. Untuk mengurangi bengkak kakinya, aku kasih rendem-rendeman air garem anget plus sereh dan minyak-minyakan, efeknya gimana, nanti aku akan cerita juga.
3. Jus-jusan. Akhirnya aku mengeluarkan juicer yang pernah aku beli bertahun lalu untuk membuat jus. Pake blender, rasanya udah macem-macem kecampur bumbu, jadi aku pakai juicer saja. Buat apa, buat detoks kayaknya ga mungkin juga, mengingat bapa tetap minum obat. Ya, buat diet juga engga bisa dibilang gitu, wong minumnya cuma sekali itu juga segelas kecil doang. Ah, ga tau buat apa, pokoknya aku bikin aja, bisa jadi buat tambahan enzim yang bisa memperkuat daya tahan tubuhnya. Harapannya begitu.
4. Boreh-borehan menggunakan minyak-minyakan yang murmer aja, minyak sereh dan gandapura, sama masih punya kutus-kutus, lumayan masih ada dikit. Mau pakai krim painkiller rematik harganya ngeri-ngeri juga ngeliatnya.

Kalau teman-teman yang mampir dan membaca tulisan ini, punya pengalaman pernah merawat atau mendapat informasi berkaitan dengan asam urat dan rematik, plus ada darah rendah dan penyakit jantung dan mau berbagi, aku akan senang sekali membacanya. atau mau berbagi inspirasi menu, wah bakalan seneng banget aku menerimanya.

Udah panjang, ah.

Sampai jumpa di tulisan berikutnya. babay.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s