Jahe, si Semriwing The Spice Of Life

Ginger is the spice of life, kemarin saya melihat foto itu di linimasa facebook. Jadi kepikiran membuat postingan tentang jahe. Bahannya, ya dari buku yang pernah diterjemahkan, the top 100. Jahe ini sebenarnya tidak terlalu enak kalau dimakan langsung. Dalam masakan Indonesia, biasanya jahe biasanya digeprek dan digunakan sebagai pelengkap untuk mengharumkan makanan dan menambah citarasa. Asal tidak termakan, makanannya memang jadi enak, tetapi kalau termakan, selera makan bisa langsung hilang.

Contoh, ketika prasmanan saya menemukan rendang daging, saya pilih dong, kan, yang paling besar. Mumpung kondangan, makanannya enak-enak, apalagi pas zaman ngekos kuliah dulu, paling seneng kalau diajak pergi kondangan. Nah, saya pilih yang paling, besar. Ketika sudah duduk di kursi dan siap menyantap makanan, saya pun menggigitnya. Oh tidaaak, pedas khas jahe langsung menguar di mulut membunuh rasa lezat bumbu rendang. Pasti ada yang pernah mengalami juga, kan. Hayoo, ngaku, kalo enggak jahe, ya lengkuas. Hihihi

Ah, sudah, kembali ke jahe. Ketika nonton acara Master Chef dan membaca resep masakan, saya melihat, orang luar (barat – bule) senang sekali dengan jahe. Ada Ginger Bread, Ginger Ale, dan banyak lagi resep masakan yang mengandung jahe. Hmm, mungkin memang cocok, karena di luar negeri dingin, beda dengan Indonesia, terutama daerah panasnya, sekoteng (yang kuahnya ada jahenya) lebih enak kalo dimakan pada malam hari, karena dingin. Makan sekoteng siang-siang, kayaknya kurang cocok, enaknya makan bakso. Ah, apa lagi ini, ngelantur.

Jahe ini, konon banyak khasiatnya. Untuk menandai ada tidaknya jahe dalam masakan, bisa kita cium dari baunya. Selain untuk komponen masakan, jahe yang diseduh dengan air panas, juga baik untuk kesehatan.

Salah satu khasiat jahe adalah menyejukkan lambung, mengeluarkan gas yang berlebihan, meredakan mual, dan meningkatkan penyerapan zat gizi. Jahe sangat efektif sebagai obat mabuk laut karena dapat mengurangi semua gejala-gejala yang berkaitan dengan rasa pusing dan muntah-muntah. Jahe juga manjur untuk meredakan mual pagi hari selama kehamilan yang aman dan tanpa efek samping.

Selain sering digunakan sebagai salah satu komponen masakan, jahe juga ampuh untuk memperlancar peredaran darah dan membantu proses detoksifikasi tubuh. Minyak jahe yang hangat berkhasiat sebagai antiseptik sekaligus ekspektoran yang membuatnya sangat mujarab untuk digunakan sebagai obat untuk salesma dan infeksi  bronkial – caranya menyeduh parutan jahe dengan air mendidih.

Berikut ini adalah manfaat jahe yang spesifik

Mengatasi Artritis

Penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat mengurangi rasa sakit dan bengkak pada persendian akibat osteoartritis dan artritis rematik. Konsumsi jahe secara teratur akan membuat para penderita artritis dapat bergerak lebih fleksibel. Adalah gingerol, senyawa antioksidan yang berkhasiat sebagai agen antiinflamasi mujarab yang dapat menekan aktivitas substansi pemicu inflamasi persendian.

Melindungi Jantung

Jahe dapat menyehatkan jantung dengan cara mencegah terjadinya penggumpalan darah dan menurunkan kadar kolesterol. Perlindungan tersebut bisa menghindarkan Anda dari serangan jantung dan stroke. Jahe juga dapat menstimulasi sirkulasi dan sangat manjur untuk meredakan batuk dan demam yang disebabkan oleh flu.

 

Sekadar catatan:

Nah, soal jahe yang diseduh. Untuk dunia perwedangan Indonesia, terutama wedang jahe, sebenarnya manfaatnya baik, cuma yang perlu diperhatikan adalah tingginya kadar gula dalam wedangnya. Iya, benar, jahenya dicampur dengan banyaaak gula. Contoh, sekoteng, ronde, bajigur, dan bandrek. Semuanya manis. Oh, jahe juga kadang dicampurkan dalam bubur kacang hijau atau kolak. Nah, manis juga, kan.

Wedang jahenya, baik untuk kesehatan, tapi gulanya bisa membahayakan. Mungkin alternatif yang lebih sehat, gunakan stevia atau tambahkan madu saja. Mungkin akan lebih baik lagi dan terasa manfaatnya jika tawar saja, murni jahe yang diseduh. (rasanya pasti aneh, hahaha)

Sepertinya, jika ditambahkan perasan jeruk nipis dan madu, rasanya akan lebih enak wedangnya. Tambahkan daun mint juga, hmmm, ih aku malah jadi kepengin ngewedang jadinya. Besok ah, dicobain, pake air anget.

 

Berikut ini adalah tautan yang berisi tentang ulasan jahe.

  1. Khasiat Jahe – http://perjalanan-dunia.blogspot.co.id/2012/03/khasiat-jahe_01.html
  2. Mengenal si Jahe Gajah – http://akardanumbi.blogspot.co.id/2013/09/mengenal-si-jahe-gajah.html
  3. Jahe – https://id.wikipedia.org/wiki/Jahe
  4. Jahe Pedas – http://www.menshealth.co.id/nutrisi/nutrisi.umum/jahe.pedas.hangat.dan.berkhasiat/003/002/19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s